Sabtu, Juli 25, 2009

Apa Kabar IDI Kaltim...?

0 komentar

Lama tidak memuat berita, IDI Kaltim tidak berarti berhenti berkarya. Saat ini selain kegiatan rutin organisasi, IDI Kaltim melalui Tim yang sudah dibentuk terus menggodok penyusunan Raperda tentang SISYANKESDOKDU (Sistem Pelayanan Kesehatan Kedokteran Terpadu). Raperda ini kelak diharapkan akan dapat memperbaiki sistem pelayanan kesehatan, dengan tidak melupakan Dokter sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan itu sendiri.
Penyusunan Raperda yang mendapat dukungan dari berbagai pihak ini (antara lain Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia) akan melalui beberapa tahapan yang penting, dan diharapkan dapat selesai pada awal Desember 2009 untuk kemudian diserahkan kepada Pemerintah Propinsi untuk ditindak-lanjuti dan dipertimbangkan untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah.
Salah satu tahapan dari penyusunan Raperda ini adalah sosialisasi kepada IDI2 Cabang yang akan menjadi salah satu agenda Rapat IDI Kaltim, pada tanggal 1 Agustus 2009 di Hotel Bumi Senyiur Samarinda. Pada Sosialisasi ini akan dipaparkan wacana penyusunan Raperda, tujuan dan manfaat, pokok-pokok pikiran, serta tahapan-tahapan apa saja yang sudah dan akan dilalui. Diharapkan pada Sosialisasi ini, TS di Cabang dapat mengakomodir visi dan komitmen yang termaktub dalam Raperda, memberikan kritik dan saran bagi konsep penyusunan dan pokok-pokok pikiran dalam Raperda, dan kemudian membawa & meneruskan ide dan komitmen ini kepada Pemerintah Daerah Setempat (Kota/Kabupaten).
Agenda lain dari Rapat 1 Agustus mendatang adalah Sosialisasi BP2KB online dan Persiapan Muktamar IDI 2009 di Palembang. Sosialisasi BP2KB online akan mengetengahkan sistem verifikasi kompetensi oleh IDI yang dapat diakses secara online dimanapun Anggota IDI berada, yang untuk sementara perlu dikoordinir dan diasistensi oleh tim verifikasi P2KB di tingkat Wilayah dan Cabang. Disamping akan dibahas dalam rapat, pada salah satu stand di Pameran Farmasi di Simposium Scomec yang akan berlangsung di tempat yang sama (Hotel Bumi Senyiur) akan ada demo P2KB IDI online yang akan dikelola oleh IDI bekerjasama dengan Telkomsel.
Persiapan Muktamar IDI di Palembang bulan November 2009 meliputi agenda Muktamar, IDI Award, dll. Sebagai informasi pendaftaran untuk Muktamar akan naik pada tanggal 1 Agustus 2009, dan diharapkan TS yang akan menjadi peserta Muktamar dapat mendaftarkan sebelum tanggal tersebut untuk mendapatkan potongan harga (Rp. 500ribu untuk pendaftaran sampai tanggal 30 Juli, menjadi Rp. 1 juta untuk pendaftaran mulai tanggal 1 Agustus 2009).rs

Minggu, Juni 28, 2009

Sosialisasi Konsep Perda

0 komentar

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur menyambut baik hasil workshop yang diadakan oleh IDI Wilayah Kaltim. Tim Perumus sudah dibentuk dan mulai bekerja dengan mengumpulkan referensi yang diperlukan. Setelah pengumpulan referensi, tim perumus akan mulai menyusun konsep-konsep yang diperlukan untuk menyusun Perda nantinya.
Sosialisasi draft konsep tersebut akan menjadi salah satu agenda rapat IDI Kaltim yang akan diadakan pada tanggal 1-2 Agustus 2009 (bersamaan dengan Simposium SCOMEC) di Hotel Bumi Senyiur Samarinda *), disamping agenda lainnya seperti Evaluasi kegiatan HBDI II dan BP2KB. Rapat yang rencananya akan mengumpulkan seluruh Ketua IDI Cabang di Wilayah Kalimantan Timur, mengharapkan masukan dari Anggota di Cabang terhadap draft Konsep yang dibuat oleh Tim Perumus. Untuk itu diharapkan seluruh Ketua IDI Cabang dapat mengakomodir masukan dari anggotanya untuk dapat disampaikan pada saat rapat.rs

*) Keterangan:
SCOMEC (Samarinda Continuing Medical Education on Cardiology) 2009:
Simposium:
1-2 Agustus 2009; 08:00 - 16:00 wita.
Registration Fee:
Perawat/Mahasiswa FK Rp. 200.000,-
Dokter Umum Rp. 300.000,-
Spesialis Rp. 400.000,-

Workshop: 08:00-16:00 wita.
1 Agustus 2009: ECG.
2 Agustus 2009: Managing Cardio Pulmonary Arrest.
Registration Fee: Rp. 750.000,-
Masing-masing workshop akan dibuka 2 kelas @ max 40 orang.

Contact Person Panitia SCOMEC: Dr. Cisca 08125534667.

Sabtu, Juni 20, 2009

Oleh-oleh dari Workshop IDI Kaltim

0 komentar

Seperti telah diberitakan sebelumnya, tanggal 13 Juni 2009 menjadi tanggal yang cukup bersejarah bagi Ikatan Dokter Indonesia wilayah Kalimantan Timur. IDI Kaltim bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur pada hari tersebut telah sukses menyelenggarakan sebuah Workshop yang berupa Diskusi Panel, membahas nasib dokter di Kalimantan Timur. Tiga aspek utama yang dibahas dalam Workshop tersebut adalah:
1. Pemberdayaan Tenaga Dokter (positioning)
2. Kebijakan Penempatan Dokter dan Regulasi Pelayanan Kedokteran di Kalimantan Timur
3. Imbal Jasa Dokter.

Tiga topik di atas dianggap cukup mewakili tema yang diusung workshop ini yaitu "Pengembangan Peran dan Fungsi Dokter dalam Pembangunan Kesehatan di Kalimantan Timur". Setelah dibuka oleh Bapak Wakil Gubernur Kaltim (Bapak Gubernur berhalangan hadir karena harus menghadiri acara di luar daerah), acara dilanjutkan dengan Plenary Lecture yang mengetengahkan 4 orang pembicara yang masing-masing ahli di bidangnya (Prof. Dr. dr. Farid Anfasa Moeloek, SpOG (K): "Kebijakan/Regulasi dan Penegakan Hukum"; Dr. dr. Fachmi Idris, M. Kes: "Perspektif IDI terhadap Profesi Dokter (di Indonesia) Saat Ini"; Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD: Imbal Jasa Dokter; dan Prof. H. Sarosa Hamongpranoto, SH, M. Hum: Penghargaan Masyarakat akan Kesehatan, Sekarang dan di Masa yang Akan Datang).

Setelah Plenary Lecture yang memakan waktu cukup lama karena diselingi beberapa sesi pertanyaan (?), acara dilanjutkan dengan makan siang, yang didahului dengan kuliah singkat dari Prof. Chen Yongchong dari China tentang "The Breakthrough Skin Regeneration and MEBT Concept on Wound Management". Setelah makan siang, peserta dibagi menjadi 3 Komisi, yaitu Komisi A (Moderator: Dr. Rahmat Bahtiar, MPPM-Ketua Panitia Workshop), B (Moderator: Dr. Agus Sukaca), dan C (moderator: Dr. Greggorius Tekwan, SpOT) sesuai 3 topik di atas.

Sidang komisi berlangsung kurang lebih 1 jam 30 menit, dan setelah break sebentar untuk menikmati snack sore, acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno yang dipimpin oleh Dr. Arie Ibrahim, SpBS (Ketua IDI Wilayah Kalimantan Timur). Akhirnya acara ditutup sekitar 10 menit sebelum pukul 18:00 wita dengan kesimpulan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan sesudah workshop ini untuk mewujudkan ide dan gagasan yang termunculkan pada saat workshop menjadi sesuatu bentuk nyata yang bermanfaat bagi teman sejawat dokter khususnya di Kalimantan Timur.

Hal ini dimungkinkan dengan kepedulian yang tinggi dari pihak Pemerintah Propinsi yang kemudian memandang workshop ini sebagai titik tolak dari pembangunan yang lebih bernafaskan kesehatan di mana peran serta dokter secara optimal di dalamnya sangatlah dibutuhkan. Untuk itu IDI Wilayah Kalimantan Timur akan merumuskan suatu Pokok-Pokok Pikiran yang kemudian diharapkan menjadi cikal bakal atau bahan masukan bagi pengaturan 3 aspek peran dan fungsi dokter yang telah disebutkan di atas ke dalam bentuk perundang-undangan yang lebih nyata seperti Peraturan Daerah.

Sehubungan dengan hal itu, dalam waktu singkat Tim Perumus akan dibentuk dan mulai bekerja, namun demikian, IDI Kaltim tetap menerima saran dan kritik yang berguna sejalan dengan perumusan aspek-aspek peran dan fungsi dokter tersebut dari TS anggota IDI di seluruh Wilayah Kalimantan Timur. Saran dan Kritik tersebut dapat dikirimkan melalui blog ini, email idi wilayah Kaltim (idikaltim@yahoo.co.id) atau melalui lisan atau tertulis di alamat sekertariat IDI Wilayah Kaltim. (CD makalah plenary lecture workshop ini juga dapat diperoleh di sekertariat IDI Wilayah Kaltim). rs