
Sabtu, Juni 20, 2009
Oleh-oleh dari Workshop IDI Kaltim
0 komentar
Minggu, Mei 31, 2009
The Breakthrought Skin Regeneration and MEBT Concept on Wound Management
0 komentar
Senin, Mei 25, 2009
Workshop IDI Wilayah Kaltim
0 komentar

Jumat, Mei 22, 2009
Pers Release HBDI IDI II, 20 Mei 2009
0 komentarDokter adalah figur yang mengabdikan profesinya, tanpa terpengaruh pertimbangan-pertimbangan agama, kedudukan sosial, jenis kelamin, suku dan politik kepartaian. Artinya, dalam pekerjaan keprofesiannya dokter sarat dengan nilai kesetaraan. Sebuah nilai yang dapat menumbuhkan rasa ketertindasan yang sama akibat proses penjajahan, yang akhirnya menimbulkan rasa nasionalisme.
Tanggal 20 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) dalam acara di Istana Negara di hadapan Presiden RI pada tanggal 28 Mei 2008. Penetapan ini untuk menghargai para founding father dokter Indonesia yang telah memberi andil besar dalam kebangkitan nasional dan untuk mengingatkan dokter Indonesia agar selalu menjalankan trias peran dokter. HBDI pada hakekatnya merupakan gerakan solidaritas moral insan-insan profesi dokter dalam mewujudkan kepedulian profesi dokter. Pada peringatan HBDI setiap tahunnya para dokter di seluruh Indonesia akan melakukan kegiatan yang sangat spesifik, yaitu membebaskan jasa medik atau menyumbangkan jasa medik.
Dalam memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia tahun ini, Ikatan Dokter Indonesia menyelenggarakan serangkaian kegiatan antara lain:
1. Pembebasan Jasa Medis atau Menyumbangkan Jasa Medik pada tanggal 20 Mei 2009
Pada peringatan HBDI, secara serentak di seluruh tanah air pada hari yang sama, seluruh anggota IDI membebaskan jasa medik atau menyumbangkan jasa mediknya melalui IDI untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan.
2. Indomedica Expo 2009
Indonesian Medical Expo 2009 ini telah dilaksanakan tanggal 7-10 Mei 2009 di Jakarta Convention Centre Hall B Senayan Jakarta.
Dengan Acara:
a. Pameran
b. Area Tematik (rekam jejak gerakan dokter untuk bangsa)
c. Seminar (Pendidikan Berkelanjutan)
d. Seminar dan Urun Rembug Nasional Membangun Komitmen ‘Sejahtera Untuk Semua’ di era “Berobat Gratis” pelayanan kesehatan.
Tema: Spirit to Protect Everyone (untuk stake holder pelayanan kesehatan)
e. Talk Show tentang 4 topik kesehatan popular
3. Program Dokter Kecil Award
Program dokter kecil dalam usaha kesehatan sekolah dapat dijadikan pintu masuk untuk membudayakan perilaku hidup sehat sejak usia dini.
Program ini akan menyeleksi 10 dokter kecil terbaik di tingkat wilayah, lalu memilih seorang yang terbaik untuk menjadi utusan wilayah dan akan mengikuti karantina dan final pemilihan dokter kecil di Jakarta bersama seorang guru pendamping. Pelaksanaan program dokter kecil ini dimulai dari Maret 2009 dan Final akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 7 Mei 2009 (sebagai salah satu acara puncak Indomedica Expo).
4. Safari Bakti IDI
Dalam memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia tahun 2009 IDI merencanakan Safari Bakti yaitu serangkaian kegiatan bakti sosial di beberapa wilayah Indonesia yang dimotori oleh beberapa Perhimpunan Dokter Spesialis. Dalam bakti sosial ini akan dilakukan tindakan/penanganan masal pada beberapa penyakit terpilih yang menjadi masalah kesehatan maupun sosial seperti penyakit kanker leher rahim dan katarak.
Pokok Kegiatan akan ditentukan kemudian setelah bentuk bakti sosial ditetapkan. (di Kabupaten Berau sudah dilaksanakan pada tanggal 8-9 Mei 2009)
5. Diskusi Panel IDI Kaltim
Menyikapi hal-hal di atas, Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Kalimantan Timur merasakan perlu menyelenggarakan suatu diskusi ilmiah yang dilaksanakan dalam bentuk workshop, sebagai wadah untuk membahas tentang pelayanan kesehatan dilihat dari berbagi segi, terutama dari kacamata profesi dokter, sehingga Pelayanan Kesehatan dapat memberikan kontribusi optimal bagi kesejahteran masyarakat, termasuk para dokter. Dengan Tujuan :
1. Menemukan dan mensosialisasikan sistem pembangunan kesehatan yang baik dan aplikabel termasuk sistem pembiayaannya
2. Menghargai profesionalisme dokter dalam peranannya dalam pembangunan kesehatan
Hasil yang diharapkan:
1. Sistem pembangunan kesehatan yang real dan aplikabel
2. Komitmen dengan penjabaran dan penjelasan yang nyata akan penghargaan profesionalisme dokter
3. Usulan Profesi untuk pembentukan peraturan-peraturan daerah tentang kesehatan.
Untuk pelaksanaan diskusi ilmiah ini memerlukan sejumlah anggaran biaya yang cukup besar yang diharapkan mendapat sumbangan pihak-pihak partisipan dan bantuan pemerintah daerah propinsi maupun kota/kabupaten.
Revitalisasi dokter Indonesia melalui kegiatan-kegiatan sebagai pengejewantahan Gerakan Dokter untuk Bangsa ini perlu dilaksanakan agar para dokter Indonesia dapat kembali berperan seperti yang telah dicontohkan oleh para pendahulunya lebih dari seabad yang lalu. Dokter Indonesia di era saat ini, diharapkan dapat terus memelihara semangat Kebangkitan Nasional dengan cara berjuang terus menerus untuk mencapai Indonesia sehat yang sempurna (”fisik-mental-sosial”) sebagai modal dasar menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang terhormat.
Sekian dan Terima kasih.!
Samarinda, Tgl. 18 Mei 2009
Ketua IDI Wilayah Kalimantan Timur.
Dr.Arie Ibrahim, SpBS
Jumat, Mei 15, 2009
URUN REMBUG NASIONAL IDI
0 komentar
Minggu, April 12, 2009
Seleksi "Dokcil Award IDI 2009" wilayah Kaltim
0 komentar
- Luthfi Lu'ay JS, dari SDN 005 Awang Long, Samarinda
- Riya Oktavianti, dari SDN 001 Sei Kunjang, Samarinda
- Rani Praningtyas, dari SDN 023 Meranti, Samarinda
- Afnan Khairunisa Bahrah, dari SDN 002, Samarinda
- Safira Islamina, dari SDN 010, Samarinda
- Adinda Gita Mirandha, dari SDN 003, Balikpapan
- Alya Dheanisa Hardanti, dari SDN 029, Balikpapan
- Erista Rebeca, dari SD Kemala Bhayangkari, Balikpapan
- Irene R. B. Munte, dari SD YPVDP PT Badak, Bontang.
- Humaira Rofidah Zahra, dari SD-2 Yayasan Pupuk Kaltim, Bontang.
- Dr. Arie Ibrahim, SpBS (ketua IDI Wilayah Kaltim)
- Dr. Nanan Surya Perdana, SpA (dokter anak)
- Dra. Inneke Trihendro (psikolog)
- Rusmah, S. Pd (pendidik)
- Juara I : Adinda Gita Mirandha dari SDN 003 Balikpapan
- Juara II : Irene R. B. Munthe dari YPVDP PT Badak Bontang
- Juara III : Humaira Rofidah Zahra dari SD-2 Yayasan Pupuk Kaltim Bontang
Selasa, Maret 10, 2009
Hari Bakti Dokter Indonesia 2009
0 komentar
Dokter adalah figur yang mengabdikan profesinya, tanpa terpengaruh pertimbangan-pertimbangan agama, kedudukan sosial, jenis kelamin, suku dan politik kepartaian. Artinya, dalam pekerjaan keprofesiannya dokter sarat dengan nilai kesetaraan. Sebuah nilai yang dapat menumbuhkan rasa ketertindasan yang sama akibat proses penjajahan, yang akhirnya menimbulkan rasa nasionalisme.
Tidak mengherankan jika kelompok pertama yang menginisiasi semangat nasionalisme adalah dokter. Sebuah semangat, yang kemudian menjadi embrio kesadaran berbangsa dan pada gilirannya melahirkan semangat kebangkitan nasional 20 Mei 1908. Sebuah momentum yang akhirnya mendorong proses menuju kemerdekaan bangsa. Dan, hasil dari proses tersebut membuktikan bahwa untuk merdeka dan menjadi bangsa yang terhormat harus dilandasi dengan kesadaran berbangsa serta rasa nasionalisme yang tinggi.
Tanggal 20 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) dalam acara di Istana Negara di hadapan Presiden RI pada tanggal 28 Mei 2008. Penetapan ini untuk menghargai para founding father dokter Indonesia yang telah memberi andil besar dalam kebangkitan nasional dan untuk mengingatkan dokter Indonesia agar selalu menjalankan trias peran dokter. HBDI pada hakekatnya merupakan gerakan solidaritas moral insan-insan profesi dokter dalam mewujudkan kepedulian profesi dokter. Pada peringatan HBDI setiap tahunnya para dokter di seluruh Indonesia akan melakukan kegiatan yang sangat spesifik, yaitu membebaskan jasa medik atau menyumbangkan jasa medik.
Dalam memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia tahun ini, Ikatan Dokter Indonesia menyelenggarakan serangkaian kegiatan antara lain:
1. Pembebasan Jasa Medis atau Menyumbangkan Jasa Medik pada tanggal 20 Mei 2009
Pada peringatan HBDI secara serentak di seluruh tanah air pada hari yang sama seluruh anggota IDI diharapkan membebaskan jasa medik atau menyumbangkan jasa mediknya.
2. Indomedica Expo 2009
Untuk mencapai salah satu semangat trias peran dokter yaitu sebagai agent of treatment, pada momentum peringatan 20 Mei 2009, Ikatan Dokter Indonesia kembali lagi menghadirkan suatu kegiatan yang mengekspos pencapaian dunia kedokteran Indonesia yang meliputi Pendidikan Kedokteran, Rumah Sakit berikut sarana penunjangnya seperti alat kesehatan, laboratorium dan juga Industri farmasi dalam sebuah kegiatan bernama “Indonesia Medical Expo 2009” – INDO MEDICA EXPO 2 sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan kebangkitan Nasional dan diharapkan menjadi semangat baru dokter Indonesia dan seluruh komponen masyarakat untuk semakin mensejahterakan bangsanya. Untuk itu, Indomedica Expo 2 merupakan kesempatan dan peluang yang baik bagi komponen-komponen masyarakat khususnya lembaga-lembaga terkait dengan pencapaian dunia kedokteran Indonesia untuk menginformasikan dan mempromosikan dirinya dengan kerjasama yang saling menguntungkan dalam kegiatan ini.
Indonesian Medical Expo 2009 ini akan dilaksanakan tanggal 7-10 Mei 2009 di Jakarta Convention Centre Hall B Senayan Jakarta.
Program Acara:
a. Pameran
b. Area Tematik (rekam jejak gerakan dokter untuk bangsa)
c. Seminar (Pendidikan Berkelanjutan)
d. Seminar dan Urun Rembug Nasional Membangun Komitmen ‘Sejahtera Untuk Semua’ di
era “Berobat Gratis” pelayanan kesehatan.
Tema: Spirit to Protect Everyone (untuk stake holder pelayanan kesehatan)
e. Talk Show tentang 4 topik kesehatan populer
3. Program Dokter Kecil Award
Gerakan Dokter untuk Bangsa adalah gerakan yang menghimpun dan mengerahkan segenap potensi dokter dan potensi masyarakat untuk menyehatkan bangsa. Salah satu potensi masyarakat yang patut dikembangkan adalah keberadaan dokter kecil.Program dokter kecil dalam usaha kesehatan sekolah dapat dijadikan pintu masuk untuk membudayakan perilaku hidup sehat sejak usia dini.
Program ini akan menyeleksi 10 dokter kecil terbaik di tingkat wilayah, lalu memilih seorang yang terbaik untuk menjadi utusan wilayah dan akan mengikuti karantina dan final pemilihan dokter kecil di Jakarta bersama seorang guru pendamping.
Pelaksanaan program dokter kecil ini dimulai dari Maret 2009 dan Final akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 7 Mei 2009 (sebagai salah satu acara puncak Indomedica Expo).
4. Safari Bakti IDI
Hari Bakti Dokter Indonesia pada hakekatnya merupakan sebuah gerakan solidaritas moral bagi insan - insan profesi dokter dalam rangka memperkuat citra profesi kedokteran dan kepeduliannya pada masalah kesehatan di masyarakat. Dalam memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia tahun 2009 IDI merencanakan Safari Bakti yaitu serangkaian kegiatan bakti sosial di beberapa wilayah Indonesia yang dimotori oleh beberapa Perhimpunan Dokter Spesialis. Dalam bakti sosial ini akan dilakukan tindakan/penanganan masal pada beberapa penyakit terpilih yang menjadi masalah kesehatan maupun sosial seperti penyakit kanker leher rahim dan katarak.
Pokok Kegiatan adalah menyelenggarakan bakti sosial dalam bentuk upaya pencegahan dan upaya rehabilitasi terhadap penyakit yang menjadi masalah kesehatandan social dan Tatacara Pelaksanaan Pokok Kegiatan akan ditentukan kemudian setelah bentuk bakti sosial ditetapkan.
Revitalisasi dokter Indonesia melaui kegiatan-kegiatan sebagai pengejewantahan Gerakan Dokter untuk Bangsa ini perlu dilaksanakan agar para dokter Indonesia dapat kembali berperan seperti yang telah dicontohkan oleh para pendahulunya lebih dari seabad yang lalu. Dokter Indonesia di era saat ini, diharapkan dapat terus memelihara semangat Kebangkitan Nasional dengan cara berjuang teris menerus untuk mencapai Indonesia sehat yang sempurna (”fisik-mental-sosial”) sebagai modal dasar menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang terhormat.
(rs, sumber: panduan hbdi2)
Dokcil Award
0 komentar
Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, upaya-upaya kesehatan secara komprehensif harus terus digalakkan. Bukan hanya upaya kuratif dan rehabilitatif, upaya preventif dan promotif memberikan andil yang besar dalam pencapaian derajat kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah upaya kesehatan promotif. Upaya kesehatan ini menekankan pada pembelajaran kesehatan kepada masyarakat sebagai subjek sekaligus objek dalam menjaga dan memelihara kesehatannya. Lebih spesifik lagi, memberikan pembelajaran kesehatan sejak usia dini seperti pembelajaran bagi anak-anak usia sekolah tentang arti penting kesehatan melalui program dokter kecil yang telah digalakkan oleh pemerintah.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sebagai organisasi profesi memandang perlu adanya upaya-upaya kesehatan promotif dalam hal pembinaan bagi anak usia sekolah mengenai kesadaran akan kesehatan yang nantinya diharapkan mampu menghasilkan kader-kader kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan.
Oleh karena itu, dalam rangka menyambut “Hari Bakti Dokter yang II, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyelenggarakan kegiatan “Dokter Kecil Award “ 2009. Program ini akan memilih Dokter kecil Terbaik yang dapat menjadi contoh atau teladan bagi teman sebayanya dimana Kriteria dan Seleksinya berdasarkan Pengembangkan Modul Pelatihan dan Kurikulum Dokter Kecil yang telah dilakukan oleh PB IDI sebelumnya.
Program Dokcil yang tahun ini bertemakan "SEHAT DIMULAI DARI SAYA" ini, dimulai dengan seleksi di tingkat IDI Wilayah, mengikutsertakan 10 peserta dari 10 sekolah yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Propinsi. Dari 10 peserta itu akan dikirim 1 orang peserta ke Jakarta untuk mengikuti karantina tanggal 3 - 6 Mei 2009 seleksi tingkat nasional tanggal 7 Mei 2009. rs sumber: Juklak Dokcil 2009.